Tampilkan postingan dengan label Beranda Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beranda Muslimah. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Maret 2012

Kabar Untukmu.. Duhai Saudariku

Selama ini kita telah di doktrin oleh dua hal yang akan slalu turut mengiringi perjalanan hidup kita, yaitu bahwa perbuatan baik mendapat balasan surga, sementara perbuatan jelek, keji, kotor dan sebagainya adalah perbuatan yang berujung di neraka. Doktrin tersebut akhirnya masuk ke dalam fikiran dan di cerna dalam hati kita.

Bagi mereka yang mau menerima doktrin pertama maka surga akan menjadi tujuan utama dari perjalanan hidupnya. Tapi, bagi yang tidak menginginkan surga maka tentu saja kehidupannya akan dipenuhi dengan hal-hal buruk dan neraka adalah tempatnya sebagai balasan bagi mereka yang tidak mengindahkansegala perintah-Nya dan sunnah rasul-Nya.

Sebenarnya, kita menyadari bahwa sesungguhnya dosa itu hadir dalam setiap aspek kehidupan, menghadirkan kenikmatan, serta kesenangan yang bermacam-macam dalam kehidupan kita. Kita menyadari.. dosa tidak akan pernah luput dan pasti menghinggapi kehidupan manusia. Namun apa yang membedakan tiap manusia? Tergantung sejauh mana manusia itu sendiri mau menyadari dosanya (*seakan menyindir diri) atau tidak, sejauh mana ia mau berikhtiar dan introspeksi diri atas perilakunya.

Saudariku.. kaum perempuan..
Nabi saw pernah bersabda  kepada kaum perempuan ketika memberikan khutbah di tengah-tengah mereka sebagaimana berikut:
“wahai sekalian kaum wanita, bershadaqahlah karena aku telah melihat kalian menjadi mayoritas penghuni neraka.”
Kira-kira apa gerangan yang membuat isi neraka penuh sesak dengan kaum perempuan? Nabi saw menjelaskan penyebabnya antara lain karena perempuan banyak mencaci, mencela, melaknat, serta durhaka kepada suami. Lantas bgaimana posisi wanita yang belum menikah?? Apakah mereka terbebas dari siksa neraka atau lepas dari tuntutan untuk berbuat baik? Tentunya perempuan yang belum menikah pun dikenai kewajiban bebuat baik agar terhindar dari ancaman neraka. 

Eitsss.. tp jgn sedih dulu.. Ternyata WANITA lebih MUDAH masuk SURGA lhooo :D
Caranya???
Rasulullah saw bersabda, “Apabila wanita melakukan shalat lima waktu, berpuasa Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan taat kepada suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang dia kehendaki.” (HR. Ibnu Hibban)

Gimana nggak menggiurkan banget tuh??
Ayookkk rame2 berburu surga.. kalo pake istilah orang di tipi-tipi tuhh.. fastabiqul khairat.. J

Jumat, 10 Februari 2012

Kenapa aku berhijab?


Enam alasan mengapa seorang wanita mengenakan hijab:

Pertama, ia berhijab untuk menutupi sebagian cacat tubuh yang dideritanya.

Kedua,  ia berhijab agar bisa mendapatkan jodoh. Hal ini dikarenakan sebagian besar pemuda (yang taat menjalankan syari’at agama atau tidak) selalu mengutamakan wanita yang berhijab.

Ketiga, ia berhijab untuk mengelabui orang lain bahwa dirinya orang baik-baik. Padahal sebenarnya ia sering melanggar syari’at Allah. Dengan berhijab maka keluarganya akan percaya dengan keshalihannya, tidak meragukannya.akhirnya, dia bisa bebas keluar rumah kapan saja dan dimana saja ia sukai, dan tidak aka nada seorangpun yang menghalanginya.

Keempat, ia memakai hijab untuk mengikuti mode.

Kelima, karena paksaan keluarga ata karena melihat semua keluarganya berhijab sehingga terpaksa menggunakannya pula. Biasanya, mereka yang berada dalam golongan ini jika tidak terdapat orang yang mengawasinya maka serta merta akan melepaskan hijabnya.

Keenam, ia berhijab karena mengikuti aturan-aturan syari’at. Meyakini kewajiban berhijab hingga takut melepasnya. Mengharapkan ridho Allah semata, bukan karena makhluk.  Wanita golongan ini umumnya akan selalu memperhatikan ketentuan-ketentuan dariNYa :
1.       Longgar, hingga lekuk tubuhnya tak terlihat.
2.       Tebal.
3.       Menutupi seluruh bagian yang menjadi auratnya.
4.       Tidak menyerupai pakaian lelaki.
5.       Tidak memakai pakaian yang sedang menjadi mode dengan tujuan untuk dipamerkan.
Dimanakah Anda wahai saudariku???
Keenam.. Semoga.. :))

Sumber : Buku "Saudariku apa yang menghalangimu berhijab?" karya Syaikh Abdul Hamid al-Bilali

Rabu, 01 Februari 2012

JILBAB Part 1

Iman Itu Letaknya di Hati

Saya bertanya pada salah seorang teman, mengapa dia tidak berjilbab ?
maka dia menjawab " Ah.. iman itu letaknya di dalam hati "

ahh...saudariku.. benar.. benar sekali apa yang kau ucapkan.. iman memang terletak di dalam hati.
Tapi, apakah engkau lupa definisi iman?
menurut jumhur ulama Ahlus Sunnah Wal Jama'ah: Iman adalah keyakinan dalam hati, pengucapan dengan lisan dan pelaksanaan dengan anggota badan.
Definisi ini terdapat dalam setiap buku aqidah..

Wahai saudariku.. Kau meyakini akan Tuhanmu...membenarkan segala apa yang diperintahkan oleh Tuhanmu.. Kau ucapkan dengan lisanmu.. Namun, saat Tuhanmu berkata.."Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri orang-orang mukmin, Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka...."
Mengapa engkau masih berat menjalaninya?

Saudariku.. andaikata seorang kepala sekolah memintamu membuat laporan, atau mengawasi murid-murid, atau memberi pelajaran ekstrakurikuler, atau menjadi petugas piket untuk menggantikan guru yang berhalangan hadir atau pekerjaan lain. Logiskah jika kita menjawab, "dalam hati saya percaya dan sudah mantap terhadap apa yang diperintahkan bapak kepada saya, tetapi saya tidak mau menjalankan apa yang diperintahkan bapak kepada saya"
Apakah jawaban ini bisa di terima? Lalu apa akibat yang akan menimpanya?

Ini hanya sekedar contoh dalam kehidupan manusia. Lantas bagaimanakah jika urusan ini berhubungan dengan Allah SWT ?